Penulis : Pittacus Lore
Penerjemah : Nur Aini
Penyunting : Esti A Budihabsari
Proofreader : Ocllivia Dwiyanti P.
Penerbit : Mizan Fantasy
Mulanya kami bersembilan.
Tiga hilang, mati.
Tinggallah kami berenam.
Mereka membunuh kami. Mereka tak akan berhenti hingga selesai membunuh kami semua.
Aku Nomor Empat.
Berikutnya adalah giliranku.

Di Lorien ada 2 jenis warga, yang pertama warga yang memiliki Pusaka atau kekuatan, disebut Garde, sedangkan warga yang kedua tidak memiliki Pusaka, disebut Cepan atau Penjaga.
Di Ohio, John Smith memulai hidup baru, sekolah baru, dan teman baru. Disana dia menemukan seorang teman, Sam Goode yang maniak alien, Mark yang brengsek, dan Sarah Hart yang membuat dunia John jungkir balik. Dengan Sarah, John seakan lupa bahwa dia alien yang setiap 6 bulan sekali harus pergi, dan beberapa kali melanggar peraturan yang Henri buat untuk melindungi John dengan resiko diburu kaum Mogadorian (oowwww, co cwittt :p)
Suatu kali, terjadi kebakaran di rumah Mark, dan Sarah terjebak di dalamnya. Terpaksa John menyelamatkan dia dengan menggunakan Pusakanya dan berakibat fatal. Mogadorian kini mengetahui dia berada dan memburunya. Mogadorian semakin mendekat, kini John harus memilih apakah dia harus lari dan meninggalkan Sarah yang dicintainya atau melawan kaum Mogadorian sampai titik darah penghabisan.
Sedari awal saya tak mengharapkan sesuatu yang spesial mengingat endorsement nya "The Next Twilight Saga". Ternyata saya salah, buku ini sangat berbeda dengan Twilight yang super menye itu, dari awal kita sudah disuguhkan oleh adegan pengejaran Mogadorian dengan salah satu Garde. Cerita mengenai Mogadorian yang terus mengejar John Smith juga tak kalah seru. Tak lupa diselipkan kisah cinta khas remaja (tanpa adegan menye tentunya) dan konflik khas remaja pula. Tak segan-segan saya memberikan 4 bintang untuk buku ini. Buku ini merupakan seri pertama dari enam seri The Lorien Legacies yang direncanakan. Dan tak lupa bulan Maret filmnya bakal rilis di Indonesia, jadi siap-siap saja diinvasi alien Lorien. Jangan-jangan Crop Circle yang di Jogja dibuat oleh Alien Lorien? hehehe. Oh iya, filmnya sudah rilis februari lalu, walaupun di Indonesia tak muncul di bioskop.
PS : Saya sebal dengan cover bukunya, kenapa mesti pakai cover film? Saya memang tak suka dengan buku yang memakai cover film. Seakan-akan Mizan tak pede memakai cover buku. Padahal walaupun ada filmnya, buku dengan film jelas berbeda.
kunjungi juga web kami www.rajaplastikindonesia.com
BalasHapusCP 021 2287 7764 / 0838 9838 6891 (wa) / 0852 8774 4779 pin bbm 5CFD83E7