Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

Dark Goddess


Judul           : Dark Goddess
Penulis        : Sarwat Chadda
Penerjemah : Ferry Halim
Penyunting  : Fenty Nadia
Penyerasi    : Jia Effendie
Penerbit      : Atria

 Apa yang akan kau lakukan saat naluri binatang di dalam dirimu mulai menguasai?

Ketika Billi sedang berpatroli bersama temannya, dia melihat serigala bermaksud untuk mencari mangsa. Sebagai Ksatria Templar, sudah menjadi kewajibannya ntuk membasmi makhluk Tak Kudus. Tapi hal itu ternyata malah menewaska temannya. Walaupun Billi berhasil menyelamatkan seorang anak dari serangan serigala itu. Vasilisa diduga kuat adalah Oracle

Oracle atau Anak Musim Semi biasa dikorbankan para manusia serigala sebagai persembahan ritual untuk dewi mereka, Baba Yaga. Mereka percaya sebagai balasannya sang dewi aka menganugerahkan sebuah musim semi yang berlimpah penuh dengan buruan. Roh dari anak yang diambil oleh sang dewi akan membuatnya menjadi muda kembali.

Sebuah kejadian membuat Billi dan para Ksatria Templar sadar, bahwa Vasilisa benar-benar adalah sang Oracle. Dia mampu menghidupkan bunga yang layu dan menghentikan bencana gunung meletus.  Dan mereka mendengar bahwa Baba Yaga ingin melakukan Fimbulwinter.

Dalam legenda Nordik, Fimbulwinter adalah sebuah musim dingin yang menandakan akhir zaman.

Mereka akhirnya memutuskan Vasilisa harus dibawa ke Yerusalem agar dia bisa melatih dan mengendalikan kekuatannya. Tapi Baba Yaga tak tinggal diam, dengan para manusia serigala di sisinya, dia berhasil menculik Vasilisa ke Rusia. Kini Billi dan para Ksatria Templar bersekutu dengan Bogatyr, sebuah ordo ksatria Kristen yang mirip dengan Templar, untuk menyelamatkan Vasilisa. Berhasilkah?

Kalau boleh jujur saya tidak membaca buku pertamanya (ada yang mau minjemin? J). Tapi saya begitu tertarik dengan buku kedua ini, sempat tersendat-sendat di awal bab, menuju ke tengah cerita, semuanya berlangsung seru. Adegan bantai membantai yang penuh darah dan aksi heroik Billi membuat saya tercengang, tak lupa juga penulisnya menyelipkan kisah cinta antar Billi dan Ivan yang membuat cerita semakin seru. Jadi sepertinya saya harus berburu buku 1 nya.


Selasa, 16 Agustus 2011

Cinta Tak Pernah Mati : Sebuah Antologi Klasik


Judul                            : Cinta Tak Pernah Mati
Penerjemah                  : Atta Verin & Anton Kurnia
Penyunting                    : Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara        : Adi Toha
Pewajah Isi                   : Eri Ambardi
ISBN                           : 978-979-024-357-6
Cetakan                       : Juni 2011

Buku seharusnya menjadi sebilah kapak es yang sanggup memecahkan kebekuan di dalam diri kita.

Sebuah quote yang keren milik Franz Kafka mengantarkan kita ke dalam 17 cerita pendek karya 17 pengarang ”kelas berat” dari seluruh dunia. Contohnya saja Rudyard Kipling, sang penulis cerita Jungle Book, Mark Twain yang tersohor lewat karya Tom Sawyer dan Huckeberry Finn, Edgar Allan Poe yang mendunia lewat cerpen-cerpen misterinya, dan masih banyak lagi. Semuanya terkumpul dalam satu antologi berjudul Cinta Tak Pernah Mati.

Aku tahu, tetapi ini adalah perkawinan putra tunggalku, aku ingin melakukannya dengan istimewa.

            Ya, itulah yang dikatakan Thord Overaas, seorang lelaki yang berpengaruh dan paling kaya di desanya. Putranya baru saja lahir, dan Mr Overaas ingin anaknya dipermandikan (baca : dibaptis) secara khusus oleh sang pendeta. Setiap momen kehidupan anaknya selalu dilalui dengan berkonsultasi ke sang pendeta. Bahkan sampai kepada pernikahan putranya. Suatu saat, ketika Mr Overass dan putranya pergi untuk menyusun pernikahan, suatu kecelakaan datang tak terhindarkan hingga sang anak jatuh. Lalu bagaimana nasib sang putra?
           
Selain cerpen “Ayah dan Anak” diatas, salah satu cerpen favorit saya adalah “Kebahagiaan”. Bercerita tentang seorang petani bernama Ilyas yang sangat kaya dan terpandang. Mungkin kalau disamakan dengan jaman sekarang, Ilyas adalah Donald Trump. Singkat cerita Ilyas mengalami kebangkrutan akibat ulah anak-anaknya. Bagaimana nasib Ilyas selanjutnya? Kisah ini mengingatkan saya akan kisah nabi Ayub yang sering saya dengar di gereja.

Secara keseluruhan, semua cerpen-cerpen yang ada di sini sangat menarik. Apalagi didukung oleh penerjemah yang membuat saya tidak merasa seperti membaca karya klasik yang identik dengan kata ”berat”. Ibarat makanan, dari makanan pembuka sampai makanan penutup ada disini. Dan saya memberikan bintang 4 dari 5 untuk buku ini. Ayo dibaca


Incarceron


Judul              : Incarceron
Penulis           : Catherine Fisher
Penerjemah    : Mery Riansyah & Febry E.S.
Penyunting      : Lulu Fitri Rahman
Korektor        : Nani
Tata Letak      : MAB
Penerbit          : Matahati        

Yang satu di dalam, yang lain di luar. Tapi keduanya sama-sama terpenjara

Finn, sang Penglihat Bintang, sama sekali tidak ingat masa lalu nya. Semua orang menyebutnya sebagai kelahiran-sel tapi dia yakin berasal dari luar Incarceron. Suatu hari ketika sedang melakukan penyergapan dia bertemu dengan Maestra, yang terpaksa memberinya sebuah Kunci. Finn yakin dia dapat keluar dengan kunci tersebut. Dibantu dengan Keiro saudara angkatnya, Gildas sang Sapient, dan Attia budak yang diselamatkannya, dia bertekad untuk keluar dari Incarceron.

Incarceron adalah penjara yang begitu luas sehingga tidak hanya berisi sel, tetapi juga kota, hutan logam, rimba raya, lautan. Penjara itu terkunci dari dunia luar selama berabad-abad, dan menurut legenda hanya ada satu orang yang pernah lolos darinya, Sapphique
                                                                                                                            

Sementara itu, Claudia, putri sang Sipir Incarceron, hidupnya begitu sempurna. Memiliki banyak pelayan, guru yang menyayanginya dan tak kekurangan. Hidupnya makin lengkap karena ia telah dijodohkan sejak kecil oleh Giles, Putra Mahkota Kerajaan dan pewaris tunggal tahta yang sah. Namun mendadak perjodohan sempurna itu berantakan ketika Giles meninggal karena terjatuh dari kuda, dan Claudia terpaksa dijodohkan dengan Caspar, saudara tiri Giles. Claudia mencurigai Giles tidak mati wajar, melainkan dibunuh. Lebih mencurigakan ketika pernikahannya dengan Caspar dipercepat. Dan kecurigaannya mengarah kepada Sang Ratu dan ayah Claudia diyakini terlibat konspirasi ini.

Suatu kali, kesempatan datang pada Claudia, dan ia tak menyia-nyiakannya, dia menyelinap ke ruang kerja ayahnya dan menemukan Kunci. Kunci ini membawanya berkomunikasi dengan Finn yang juga memiliki Kunci. Penyelidikan demi penyelidikan membawa Claudia pada kesimpulan Giles tidak mati, melainkan dikurung di Incarceron, dan ia yakin Finn adalah Giles. Kini Claudia bertekad untuk membantu mengeluarkan Finn dari Incarceron atau ia akan terjebak pada pernikahan yang tak diinginkannya.

Seperti menaiki roler coaster, itulah perasaan saya ketika membaca buku ini, ketegangan demi ketegangan selalu ada di setiap halaman. Misteri demi misteri perlahan-lahan dibuka menjelang halaman-halaman terakhir. Mungkin latar belakang sang pengarang yang pernah bekerja sebagai arkeolog yang membantunya menciptakan Incarceron yang mengerikan, sangat suram dan gelap. Saya sungguh tak sabar menunggu buku keduanya.

Catherine Fisher adalah penyair dan penulis fiksi anak-anak. Lahir di Newport, Wales. Catherine lulus dari Universitas Wales di bidang Bahasa Inggris. Dia pernah bekerja sebagai arkeolog dan pengajar untuk mata kuliah penulisan kreatif di Universitas Glamorgan. Kini ia tinggal di Newport, Wales, Inggris.